Selasa, 10 Oktober 2023

UJIAN TENGAH SEMESTER 1

 1Jelaskan dengan memberikan sekurang-kurangnya tiga contoh perbedaan mendasar pendekatan pengobatan yang dilakukan pada zaman sebelum masehi dengan pendekatan modern saat ini! 

 https://youtu.be/IPxdiiIdT5w?si=sZU4P2DkcxoF50tN

2. Jelaskan sekurang-kurangnya 5 (lima) kompetensi yang saling berkaitan satu sama lain sebagai lulusan sarjana farmasi dan berikan contoh kasus yang menggambarkan anda menguasai kelima kompetensi tersebut.

https://youtu.be/Bnz8ptgVVKQ?si=WwEoJ-ILDI3-NVk1

3. Jelaskan dengan lengkap, prinsip dan teknik pemberian obat dengan memberikan sekurang-kurangnya 3(tiga) contoh spesifik obatnya.

lihttps://youtu.be/yXSNleuBnBk?si=bAZ9je9snr4pvohJ

4. Jelaskan  dengan memberikan 1 (satu) contoh mekanisme dasar kerja obat

https://youtu.be/w7JpNVbxxvk?si=hJN1FQ0h83xG5Go8

5. Jelaskan dengan memberikan masing-masing 1 (satu) contoh meracik bahan obat menjadi sediaan galenic dengan metode Infus Dekokta dan Ekstrak tinktur.

https://youtu.be/EKchhXz_fVE?si=zPuXS9zbukQTaMAn

Minggu, 17 September 2023

8 KECERDASAN

8 KECERDASAN VIDEO

1. Kecerdasan Linguistik.

Kecerdasan bahasa. Memuat kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata- kata, baik secara tertulis maupun lisan, dalam berbagai bentuk yang berbeda untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya. Seseorang yang memiliki dengan kecerdasan bahasa yang tinggi, umumnya ditandai dengan kesenangan pada kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa, seperti membaca, menulis karangan, membuat puisi, menyusun kata-kata mutiara, dan sebagainya.


2. Kecerdasan Matematika-Logika.

Memuat kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir.Seseorang dengan tipe ini cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu.


2.Kecerdasan Musikal.

Memuat kemampuan untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada disekelilingnya, termasuk dalam hal nada dan irama.Seseorang seperti ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama baik yang dilagukannya sendiri, mendengarkan tape recorder, radio, pertunjukkan orchestra atau alat- alat music yang dimainkannya sendiri.


3. Kecerdasan Visual-Spasial.

Memuat kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang.Seseorang seperti ini memiliki kemampuan, misalnya untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi, seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan.


4. Kecerdasan Kinestetik.

Memuat kemampuan untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Seseorang seperti ini unggul pada salah satu cabang olahraga, seperti bulu tangkis, sepak bola, tenis, renang, dan sebagainya.


6. Kecerdasan Interpersonal.

Menunjukkan kemampuan untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung memahami dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.


7. Kecerdasan Intrapersonal.

Menunjukkan kemampuan untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri. Cenderung mampu mengenali berbagai kekuatan maupun kelemahan yang ada pada dirinya sendiri. Seseorang seperti ini senang melakukan introspeksi diri, mengoreksi kekurangan maupun kelemahannya. Kemudian mencoba untuk memperbaiki diri.


8. Kecerdasan Naturalis.

Kemampuan untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka, seperti pantai, gunung, cagar alam atau hutan. Seseorang seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam, seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda angkasa, dan sebagainya.

Organization and Management Skill

Organization and Management Skill Video 

Di antara banyak tugas lainnya, lulusan farmasi harus menjaga apotek tetap terorganisir dengan baik. Dan juga lulusan farmasi memprioritaskan keterampilan manajemen. Peran lulusan farmasi berdasarkan ini yaitu farmasis harus pandai dalam manajemen, terutama dalam manajemen waktu dan manajemen stress. 


ORGANIZATION


1. Organisasi berdasarkan klasifikasi obat, manfaat dari klasifikasi obat sendiri yaitu untuk membantu dan mengidentifikasi obat yang tepat di apotek yang diklasifikasikan berdasarkan penggunaan terapi.


2. Organisasi berdasarkan tanggal kedaluwarsa, obat-obatan diklasifikasikan menggunakan metode fifo yaitu “first in, first out” yang berarti “yang pertama masuk, yang pertama keluar”. Hal ini penting untuk memastikan bahwa obat bertanggal pendek bergeser terlebih dahulu sebelum obat diperjual belikan. Ini juga dapat membantu mengurangi tingkat kedaluwarsa di apotek.


MANAGEMENT


1. Manajemen Waktu, adalah keterampilan yang dibutuhkan lulusan farmasi agar berhasil. Keterampilan ini memungkinkan farmasis untuk merencanakan dan mengatur waktu mereka untuk menyelesaikan tugas secara efisien. Manajemen waktu penting karena dapat membantu farmasis menghemat waktu, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi stres.


2. Manajemen Stress, adalah keterampilan yang dibutuhkan farmasis untuk mengatasi stres pekerjaan mereka. Mereka harus dapat mengidentifikasi kapan mereka merasa stres dan kemudian mereka menemukan cara untuk mengatasi stres itu. Ada banyak teknik berbeda yang dapat digunakan untuk manajemen stres, dan penting bagi farmasis untuk menemukan yang paling cocok untuk mereka.


Sabtu, 26 Agustus 2023

RESUME MATERI SEJARAH FARMASI




Manusia yang hidup ribuan tahun yang lalu selalu hidup berkelompok dan senantiasa berpindah-pindah tempat (nomaden). Dengan kehidupan itulah memungkinkan mereka terkena berbagai penyakit. Lalu, dengan keterbatasan pengetahuan yang mereka miiliki, mereka menyangka jika suatu penyakit menyerang, itu merupakan kutukan dari dewa atau masuknya roh jahat ke dalam tubuh. Itulah mengapa penyembuhan pada saat itu biasanya dilakukan dengan menggunakan mantra-mantra bahkan tetabuhan..

Namun, semua ketidaktahuan ini ditepis oleh Hippocrates (450-370 SM) adalah seorang dokter Yunani yang dihormati karena presentasi ilmiah farmasi dan kedokteran, ia mensistematisasikan kedokteran dan menulis deskripsi ratusan jenis obat, ia juga disebut sebagai bapak  kedokteran. Beberapa tahun kemudian, setelah Hippocrates menerbitkan karyanya, muncullah ahli botani Dioscurides (abad ke-1 M) seorang dokter Yunani yang merupakan  ahli botani yang  pertama kali menggunakan botani sebagai  farmasi terapan, karyanya berupa De Materia Medika. Lalu ia juga mengembangkan ilmu farmakognosi. Obat-obatan yang dibuat oleh Dioscoridae antara lain napidium, opium, ergot, hyoscium, dan cinnamon.

Lalu dilanjutkan oleh Galen (120-130 M),  dokter dan ahli farmasi Yunani  yang menciptakan sistem kedokteran, fisiologi dan patologi yang merumuskan aturan yang  diikuti secara luas selama 1500 tahun, ia adalah penulis sebagian besar buku. Pada masanya ia memenangkan penghargaan 500 buku  tentang ilmu kedokteran-farmasi dan 250 buku lainnya tentang filsafat, hukum dan tata bahasa. Karyanya di bidang farmasi mendeskripsikan banyak obat, metode pencampuran, dan lainnya. yang kini sering disebut sebagai farmasi "galenik". Alasannya karena dia dapat membuat dan menghasilkan racikan obat sendiri yang dimana itu merupakan autentik atau menjadi ciri khas tersendiri.




UJIAN TENGAH SEMESTER 1

  1 .  Jelaskan dengan memberikan sekurang-kurangnya tiga contoh perbedaan mendasar pendekatan pengobatan yang dilakukan pada zaman sebelum ...